Terdiam menghujungi malam
mengawali pagi menjelang
menangis karena orang-orang yang kusayang
saat mereka terlelap pulas
saat kamu mengeluh malas
Aku sendirian menanti mentari
Menghitung jutaan bintang malam yang menemani diri
Kelelahan tak terhiraukan
Hanya tetes-tetes mata membasuh ragu laksana embun pagi
Jikalau aku mentari
Mungkinkah hadirku dinanti ?
Berkhayal sendiri melewati malam tak bertepi
Hati yang tak terobati
yang tersayang
si sulung
Tidak ada komentar:
Posting Komentar