Di 2015 ini Allah merestui saya mencoret tiga hal yang ada di daftar mimpi saya. Dari mulai dilamar, menikah di usia 22, dan di wisuda di tahun 2015.
Akan saya ceritakan betapa riuhnya perjuangan saya bertepuk tangan didalam barisan mimpi saya.
Bab 5 saya sudah selesai dari bulan mei akan tetapi dosen pembimbing yang sibuk tak kunjung menyentuhnya.
Berbagai upaya saya lakukan demi mendapat kata ACC dari beliau.
Akhirnya bulan agustus dosen pertama saya memberikan ACCnya, sayangnya dosen kedua saya tak seirama.
Gemuruh perjuangan saya tidak padam, walau wanti-wanti tanggal 12 oktober 2015 batas pendaftaran trakhir wisuda sudah membuat air mata sering mengalir.
2 minggu menjelang batas, dosen saya mendadak sakit dan harus cuti selama beberapa hari. Sontak hal itu meruntuhkan semangat saya kembali, rasanya semua hampir sia-sia. Kapan saya bisa yudisium dan memaparkan skripsi saya? 😩
Beberapa hari kemudian dosen wali mengabari saya, saya bisa sidang tanggal 2 oktober 2015.
Haru jumat 02 oktober 2015 saya sidang bersama 3 penguji. Takut, gugup, entahlah rasanya saat itu. Tunai sidang saya, tetapi tak ada ucapan selamat atas skripsi saya. Apa saya lulus?
Sayapun tak banyak berharap lagi, hanya berusaha selama waktu masih ada.
Sepulang dari sidang, saya mengerjakan revisi saya yang benar saja orang tua saya sudah menggaris bawahi bahwa senin tanggal 05 oktober 2015 adalah batas saya mengikhtiari studi saya.
Yups, tanggal 08 oktober 2015 saya harus menikah. 😱
Senin itu saya serahkan semua revisi saya, entah acc atau tidak saya sudah pasrah. Allah Maha Tahu perjuangan saya, pikirku.
Kamis, 08 Oktober 2015 09.00 WIB
Lafadz "Saya terima nikahnya Meti Yunia Wardani binti Drs.H.Mustam Effendi...." dan "SAH" membuat air mata saya menetes. I've never imagined before, I'm getting married now. Wohoo, saya punya suami di 22 tahun saya 💑.
Babak baru dalam hidup siap saya tempuh bersama suami saya. Bismillah




Sabtu, 10 oktober 2015
Unduh Mantu

Semenjak unduh mantu saya tinggal berdua bersama suami saya,
Apapun saya lakukan berdua.
Lagi lagi saya merasa beruntung menjadi istrinya. 💗
Terlepas dari hari pernikahan kami, tanggal 14 pihak kampus menghubungi saya untuk segera ke kampus mengurus administrasi wisuda.
Can't imagine before, saya bisa wisuda tahun ini. Padahal revisi terakhir saya belum saya ubah dan belum saya jilid menjadi satu.
Tapi lagi lagi Allah membantu saya ... Tanggal 21 oktober jadilah karya saya yang manis lewat perjuangan yang manis pula. 😂
28 Oktober 2015 saya wisuda bukan lagi didampingi pacar saya melainkan suami saya..
Terimakasih Allah untuk luar biasanya perjalanan hidup yang meluarbiasakan hambaMu.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar