Yang datang bersamaan dengan rintik hujan yang turun
dengan hati yang terasa membeku
dengan tetes air asamnya
dengan volume curah hujan yang meninggi
dengan kabut tebal yang menutup langit
dengan tudung senja yang menari
dengan bulan yang seakan redup sinarnya
dengan bintang yang malu menampakkn wujudnya
dengan langit hitam
dengan malam yang gelap
dan tetes curah air mata seakan sama derasnya dengan hujan di luar sana
yang seakan ikut merasakan hari-hari yang seolah membuatku kedinginan sendiri
meski panas
meski terik dingin ini membekukan hati
hanya dia pelan membungkus luka
biar meleleh seadanya
layaknya es yang mencair terkena api terkena air
layaknya karang yang terhempas ombak
layaknya pasir yang tersapu hujan
yang datang bersamaan lukiskan haru
Lukiskan ketakutan
Yang malam-malam menjelang menemani hujan
Tetes-tetes air mata yng tk tertahan
Memuncak hanya bisu tak sanggup bicara
Mata ini yang bicara berkedip sekali kedipan membanjiri perasan
Bersama derai titik hujan
Bunyi rintik airnya
Bunyi hewan malam yang seolah bersenandung lagu indah dimalam tak berbintang

Tidak ada komentar:
Posting Komentar