Total Tayangan Halaman

Jumat, 26 Desember 2014

Dan untuk yang pertama

Bertemu untuk pertama kali, 5 tahun yang lalu di rumah saya pukul 9 pagi. Ada yang berbeda Iya, saya merasa ada yang berbeda dengan hati saya. Ada yang berbeda pula dengan sikap orang tua saya, tak seperti yang sebelum sebelumnya. Orang tua berkata "ya" Di awal tahun, kamu dan saya sempat bertelepon untuk pertama kalinya selama 5 jam.. dari situlah awal kisah kita "Tresno jalaran soko kulino" Iya saat itu saya masih duduk dibangku kelas XI SMA. Belum mengerti rasanya punya kekasih, belum mengerti "oh seperti ini diperhatikan", dan dengan kamu saya lagi lagi merasa yang berbeda. 28 maret 2010 pukul 8 pagi, kamu datang ke rumah untuk yang kesekian kali. Kali ini berbeda. Ya, kamu menyatakan perasaanmu kepada saya, ingin menjalani sebuah keseriusan dengan saya. Saat itu yang saya ucapkan hanyalah "saya tidak mau main-main iya mas, saya maunya kita seriusan" Dan hari demi hari berlalu, dari saya yang mulanya memiliki sikap yang begitu kikuk terhadapmu menjadi pelan-pelan mencair. Iya sekarang saya punya kekasih. Kekasih pertama saya. Selisih usia tidak menjadi masalah bagi saya, justru ini yang membuat orang tua yakin terhadap kamu. Air mata, canda tawa, kalimat jalan sendiri sendiri, kalimat baikan, beda pendapat sering kita alami. Tapi insha Allah kita mampu melewatinya bersama. Setelah tahun pertama kita, kamu mengajak saya ke rumah kamu. Memperkenalkan saya kepada seluruh keluargamu, saya begitu gugup dan tentunya bahagia. Saya tidak bs mengungkapkan kebahagiaan saya lewat kata, betapa bahagianya saya ketika keluargamu senang atas kehadiran saya di tengah-tengah mereka. Bulan ke bulan kita lebih dekat berbagi hati berbagi pikiran. Akhirnya tanggal 01 Desember 2012 keluarga kamu datang ke rumah. Menyampaikan maksud kamu untuk membuktikan keseriusanmu. Saya speechless. Ya, kita ke tahap yang lebih serius lagi dengan cincin emas di jari manis saya yang kamu belikan. Kita siap melangkah dengan rintangan yang mungkin akan lebih besar dibanding sebelumnya. Ini tahun kelima kita, perjuangan yang terus akan berlanjut. Saya tau mas, kamu lebih berjuang dibanding saya. Waktu masing menghitung Semoga Allah selalu bersama keseriusan langkah kita. Aamiin Ada sajak makna di tiap pilin ejaan kata Ada sejuta kebahagiaan di tiap untain kata yang terucap Tersenyum Hanya bisa tersenyum Susah diungkapkan lewat bait demi bait kalimat Sebentar lagi Dan aku sudah memutuskan kemana hati ini akan selalu berlabuh... Alhamdulillah Terimakasih untuk detik, menit, bulan, tahun dan untuk waktu2 berikutnya yang telah menorehkan kenangan yang tak mampu saya ukir sendirian Terimakasih sudah menuruti mau saya, sejak pertama bertemu meminta ijin kepada kedua orangtua saya Terimakasih untuk setiap perjuangan dan kerja keras yang tak pernah kenal lelah siang dan malam yang karena saya, kamu bersedia menghabiskan waktumu untuk melepas hingar bingar kehidupan Terimakasih sudah menjadi sosok yang sederhana namun memberi lebih untuk pasangannya Terimakasih sudah membuat keluarga dan saya begitu mengagumimu... Semoga Allah selalu memudahkan langkah kita dan kita diberikan kekuatan untuk melalui rintangan yang akan lebih memacu adrenalin kita... Kalau kita berjodoh, kemanapun kita pergi akan selalu ingat tempat untuk pulang Bismillahirrahmanirrahim...